TARI SALAI JIN, RITUAL KUNO MASYARAKAT TIDORE  MEMANGGIL ROH HALUS

PROLOG

Kerasukan lekat kaitannya dengan praktik dukun yang menggunakan ritual ilmu hitam untuk macam-macam keinginan buruk manusia. Namun, ada sebuah tarian ritual kerasukan yang dahulunya digunakan untuk kepentingan baik bagi masyarakat bernama tari Salai Jin. Konon tarian ini sudah dilakukan turun temurun oleh nenek moyang suku asli di Ternate, Maluku Utara. Tarian tradisional dengan daya magis yang kuat,  dipercaya sebagai metode untuk menyembuhkan penyakit dan cara menyelesaikan sebuah masalah dengan bantuan jin. 

TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT

Suku Ternate pada zaman dahulu masih kental dengan nilai tradisi yang berbau mistis. Nenek moyang masyarakatnya menggunakan sebuah tarian untuk berkomunikasi dengan bangsa jin. Konon, tarian ini diciptakan karena dipercaya dapat membantu beragam masalah yang mereka hadapi, biasanya yang paling pelik adalah permasalahan penyakit. Sakit yang diderita oleh seseorang adalah alasan paling banyak tarian Salai Jin kerap dilakukan kala itu. Waktu pelaksanaannya pun berbeda-beda tergantung beban masalah yang dihadapi. Semakin berat masalah atau penyakit, maka tarian ini bisa dilakukan dari 3 sampai 7 hari. Jika ringan, tarian hanya akan dibawakan semalaman suntuk. 

Tari Salai Jin, adalah kesenian tradisional dari suku asli Ternate, Maluku Utara. Berasal dari kata ‘salai’ yang berarti menari dan ‘jin’ yang berarti makhluk halus, sehingga secara harfiah memiliki makna sebuah tarian yang erat hubungannya dengan mahluk halus dari dunia gaib.  Tarian ini adalah ritual masyarakat Ternate yang masih kuat akan unsur magis dan kesakralannya. Para penari Salai Jin biasanya akan dirasuki makhluk halus terlebih dahulu sebelum melakukan ritual tarian ini. 

Tarian ini dilakukan secara berkelompok, bisa beranggotakan pria dan wanita. Selain itu tarian ini tidak boleh dibawakan sembarangan, hanya orang terpilih dan mampu menangkal kekuatan gaib lah yang diperkenankan untuk menjadi penari Salai Jin. Diawali dengan para penari pria yang memasuki arena tari secara perlahan sambil membawa sebuah wadah khusus yang berisi bakaran kemenyan diatasnya. Aura mistis semakin kuat ketika penari wanita memasuki arena tari dengan membawa seikat daun palem kering sebagai pelindung dari kekuatan roh jahat. 

Acara akan dihentikan ketika gerakan penari wanita sudah mulai tidak terkendali seperti kejang-kejang. Jika sudah seperti ini, berarti kekuatan roh halus sudah menguasai tubuh sang penari. Setelah dilafalkan mantra-mantra dan doa, barulah sang penari kembali sadar. Konon, kuatnya ilmu gaib yang ada di sekeliling arena tari bisa berpengaruh kepada siapapun yang hadir di pagelaran ritual tarian Salai Jin. Maka tak jarang, para penonton juga akan ikut kerasukan.

FAKTA UNIK

Selain harus kerasukan terlebih dahulu sebelum melakukan ritual tarian, para penari Salai Jin haruslah berjumlah genap. Hal ini adalah syarat mutlak yang tidak boleh dilanggar. Konon, jika syarat ini tidak dipenuhi, maka akan terjadi malapetaka yang tak diinginkan datang dari kekuatan mahluk halus. Dalam ritual salai Jin sebelum waktu pelaksanaan, semua keluarga atau ngofa sedano (anak cucu) mengadakan pertemuan guna menentukan siapa yang menangung bahan seperti beras dan keperluan lainnya. Termasuk dimai (bahan) khusus yang terdiri dari pinang dan sirih. Sedangkan alat yang dipakai dalam salai Jin adalah parang (pedang), salawaku, ruba (tombak), Rababu/fiol (biola), tifa (beduk yang dibuat dari batang kayu yang dipahat dan ditutupi oleh kulit rusa atau kambing), daun woka (jenis tanaman tertentu yang dipakai sebagai atribut tarian Jin). Strategi pewarisan tradisi Salai Jin yaitu kepada anak cucu yang masih memiliki garis keturunan.

Tarian ini dilakukan pada zaman dahulu, ketika masyarakat Ternate masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme  yang erat kaitannya dengan arwah leluhur. Namun setelah masuk dan banyaknya masyarakat Ternate yang memeluk agama islam, di era modern ini tarian Salai Jin digunakan sebagai daya tarik wisatawan dan bentuk mempertahankan kearifan lokal. Selain itu tarian ini juga sudah dimodifikasi, sebagai contoh bakaran yang tidak harus menggunakan kemenyan tapi cukup dengan menggunakan arang dari tempurung kelapa. Namun dengan tetap tidak melepaskan unsur magisnya yang didapat dari ekspresi wajah, gerakan tari, maupun iringan musiknya. 

TEASER: TARI SALAI JIN, RITUAL UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN ROH HALUS

Tari Salai Jin, sebuah kesenian dan bentuk kearifan lokal khas suku asli di Ternate. Tarian etnik ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit dan jawaban atas segala masalah hidup, dengan ritual berkomunikasi pada mahluk halus dari bangsa jin. 

SUMBER:

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/01/24/salai-jin-tradisi-mistis-ternate-hingga-kini

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/tari-salai-jin-yang-mistis-dan-keberadaannya-kini/

https://seringjalan.com/sejarah-tari-salai-jin-dari/

https://www.indonesia.go.id/ragam/budaya/kebudayaan/salai-jin-tarian-memanggil-jin-yang-dilestarikan

https://www.kompas.com/skola/read/2021/02/07/144500969/tari-salai-jin-tarian-tradisional-maluku-utara?page=all

INFOGRAFIS

Tarian tradisional suku Ternate, Maluku Utara dengan daya magis yang kuat, dipercaya sebagai metode untuk menyembuhkan penyakit dan cara menyelesaikan sebuah masalah dengan bantuan jin.

Semakin berat beban masalah yang dihadapi, semakin lama tarian ini dilakukan, bahkan bisa 3 sampai 7 hari.

Berasal dari kata ‘salai’ yang berarti menari dan ‘jin’ yang berarti makhluk halus. Para penari Salai Jin biasanya akan dirasuki makhluk halus terlebih dahulu sebelum melakukan ritual tarian ini.

Tarian ini dilakukan secara berkelompok dan konon, harus berjumlah genap.

Diawali dengan para penari pria menari membawa sebuah wadah khusus yang berisi bakaran kemenyan diatasnya.

Aura mistis semakin kuat ketika penari wanita memasuki arena tari dengan membawa seikat daun palem kering sebagai pelindung dari kekuatan roh jahat. 

Share the Post:

Related Posts