BATIK KAYU, KREASI MEMBANGGAKAN YANG BERAWAL DARI KEGAGALAN

PROLOG

Jogja dan batik adalah 2 unsur yang seolah tidak bisa dipisahkan. Kebiasaan masyarakat mengenakan batik, menjadikannya ikon tersendiri ketika berkunjung ke Yogyakarta. Jika umumnya membatik dilakukan dengan media kain, namun berbeda dengan masyarakat di desa Krebet, kelurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul. Kreasi unik dan berbeda mereka ciptakan melalui media kayu yang dijadikan objek lukis motif batik. Tak heran, kerajinan khas desa ini sangat populer, bahkan pelanggannya bisa tembus sampai ke pasar internasional.

TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT

Bisa diawali dengan kalimat pembuka : Dusun Krèbèt yang berada di Kabupaten Bantul Yogyakarta merupakan salah
satu sentra seni kerajinan batik dengan media kayu yang unik. Keberadaan Krebet sebagai sentra seni kerajianan dan desa wisata muncul melalui sebuah proses perjalanan yang cukup panjang. Perubahan dari masyarakat agraris-petani, beralih menjadi perajin dan pengusaha bidang seni kerajinan.

Pada awalnya penduduk desa Krebet yang mayoritas petani, amat tergantung dengan kesuburan ladang untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Namun letak geografis desa yang berupa perbukitan dengan tanah kapur membuat sebagian besar lahannya kering dan tandus. Akibatnya pertanian hanya berjalan musiman karena sistem pengairan ladang yang hanya mengandalkan metode tadah hujan. Oleh karena itu, sekitar tahun 1970-an sebagian kecil masyarakat mulai mencari pekerjaan lain. Salah satunya adalah membuat kerajinan kayu seperti irus, siwur, beruk, dan pisau meskipun hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Kerajinan tersebut kemudian dipasarkan ke desa-desa sekitar di waktu senggang ketika bertani. Meski saat itu kerajinan kayu masih belum memiliki daya jual tinggi, namun kerajinan tersebut dikenal sebagai kerajinan pertama yang ada di desa Krebet. 

Seiring berjalannya waktu, berkat kerjasama antara pengrajin dan beberapa pemilik sanggar seni, konsep kerajinan kayu berkembang menjadi semakin beragam. Mereka mengembangkan kerajinan tersebut ke dalam bentuk yang lebih detail dengan nilai estetika tinggi, diantaranya patung dan topeng. Disamping itu karena Yogyakarta sangat kental dengan batik, sepuluh tahun kemudian para pengrajin menggabungkan kreasi topeng dan patung dengan penggunaan motif batik yang khas. Hingga sekarang, desa Krebet terkenal sebagai salah satu basis kerajinan batik kayu di Yogyakarta. 

Kerajinan batik kayu ini terbuat dari bahan kayu mentah yang sudah kering dan tidak lembab. Jenis kayu yang digunakan pada kerajinan ini, adalah kayu lunak yang berasal dari pohon sengon, pohon pule dan pohon mahoni. Selain lunak, kayu tersebut dipilih sebagai bahan karena memiliki serat yang bagus dan mudah untuk dilukis dengan berbagai motif batik. Sebagai tahap awal proses pembuatan, setiap kayu terlebih dahulu dipilih berdasarkan keunggulan dan kesesuaian rangka struktur kerajinan. Setelah memilih kayu yang cocok, barulah kayu diukir berdasarkan pola dan bentuk yang akan dibuat lalu diamplas. Proses akhir, bahan yang setengah jadi tersebut kemudian dilukis motif batik dan diwarnai. Motif yang digunakan biasanya adalah motif kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, parang rusak, parang barong, dan motif batik lainnya. 

Meski terkenal dengan kerajinan topeng kayu bermotif batik, pengrajin desa Krebet juga memiliki kerajinan bentuk lain yang dihasilkan. Diantaranya adalah wayang, kotak penyimpanan, patung, miniatur lemari, frame foto, gantungan kunci dan aneka souvenir lainnya. Harga yang dipatok pun beragam mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kesulitan bentuk dan nilai estetika yang ada di dalamnya. Menariknya, pengunjung desa juga bisa merasakan pengalaman melihat dan mencoba langsung proses pembuatan batik kayu dengan dikenakan tarif 200 ribu rupiah. 

FAKTA UNIK

Dengan media membatik yang tak biasa, pembuatan batik kayu tidaklah instan. Untuk menghasilkan karya seni dengan nilai estetika tinggi, dalam prosesnya butuh keahlian serta tingkat ketekunan dan ketelitian yang tinggi. Maka dari itu, seluruh proses kerajinan batik kayu dibuat langsung oleh tangan pengrajin tanpa bantuan alat ataupun cetakan. Karena dibuat secara handmade, prosesnya bisa memakan waktu yang cukup lama tergantung dari detail bentuk dan motif yang dibuat. Pola hubungan dalam keluarga mengalami perubahan sejak seni kerajinan batik dengan media kayu berkembang di dusun Krèbèt. Peran ayah sebagai kepala keluarga bertambah menjadi pimpinan perusahaan, karena umumnya masing-masing keluarga membuka usaha seni kerajinan batik dengan media kayu.

TEASER : BATIK KAYU, BUAH TANGAN MENARIK DARI BAHAN YANG UNIK

Membatik dengan media kain, tentu sudah biasa. Bagaimana jika membatik dengan media kayu? 

Di desa Krebet, Yogyakarta, terdapat sebuah kerajinan tangan batik yang unik dengan berbahan dasar kayu. Bahkan, kerajinan batik kayu asal desa ini memiliki penggemar hingga menembus pasar dunia. 

Masih dikelilingi hutan jati yang teduh dan menyenangkan, Krebet sekarang sudah menjadi desa wisata. Setiap tahun digelar tradisi “Merti Dusun” dengan mengarak gunungan dan berbagai “ubo rampe” keliling dusun.

SUMBER :

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/08/22/batik-kayu-krebet-tembus-pasar-luar-negeri

https://www.krebet.com/p/tentang-kami.html

https://travel.detik.com/destination/d-2051314/unik-ada-batik-kayu-di-desa-ini

https://www.gudeg.net/direktori/588/desa-wisata-batik-kayu-krebet-yogyakarta.html

https://jogjaaja.com/read/mengenal-desa-wisata-krebet-sentra-kerajinan-batik-kayu-beromset-miliaran-rupiah

Share the Post:

Related Posts