

PROLOG
Pulau Morotai, Maluku Utara adalah wilayah yang dikenal dengan ragam wisata alamnya yang menakjubkan. Namun siapa sangka, dibalik itu semua terdapat sebuah kisah panjang masa perang dunia kedua di masa lampau. Menurut sejarah, diketahui bahwa Pulau Morotai adalah bekas pangkalan terbesar kedua yang dimiliki sekutu di pasifik setelah Hawaii. Hal ini membuat pulau Morotai kaya akan sisa-sisa peninggalan perang dan kemudian menjadi keuntungan tersendiri bagi warganya. Seperti kerajinan besi putih khas Morotai, sebuah hasil kreatifitas dengan bahan dasar puing-puing alat perang yang menurut cerita, kualitasnya tak kalah bahkan dengan emas sekalipun.
TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT
Pulau Morotai tidak pernah kekurangan bahan pembuatan kerajinan tangan yang konon sudah dilakukan selama puluhan tahun. Uniknya, bahan pembuatannya berasal dari puing-puing sisa perang dunia kedua peninggalan tentara sekutu (Amerika, Australia dan Belanda) yang pernah mendiami wilayah tersebut di kisaran tahun 1944-1945. Sedikitnya ada sekitar 3.000 bangkai peralatan tempur berat, mulai dari mobil hingga pesawat. Menurut sejarah, Pulau Morotai adalah salah satu bekas pangkalan terbesar wilayah pasifik yang dipimpin oleh Jenderal Douglas Macarthur. Di periode tersebut Pulau Morotai menjadi pusat pertahanan sekutu dalam menjalankan strategi “Lompat Katak” saat akan menaklukkan Jepang di Filipina.
Selain sisa-sisa alat utama dan senjata perang, ada juga alat kesehatan, peralatan memasak, selongsong peluru hingga bekas alat bangunan yang ditinggalkan ketika sekutu angkat kaki dari Pulau Morotai. Bekas peralatan perang inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk dijadikan bahan utama pembuat kerajinan besi putih. Bahkan diantaranya ada yang sampai menyelam jauh ke dasar laut hanya untuk mengambil besi dari bangkai pesawat dan puing tenggelam lainnya.
Awalnya produksi kerajinan tangan besi putih hanya berupa peralatan makan. Namun seiring berjalannya waktu dan banyak orang tertarik belajar, maka pengembangan produk kerajinan mulai mengalami inovasi. Bentuknya pun kian beragam, hingga sekarang variasi kerajinannya bisa berupa cincin, kalung, gelang, sampai hiasan senjata tajam. Harga yang dipatok pun tergantung dari tingkat kesulitannya, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Kini Pulau Morotai terkenal akan kerajinan besi putihnya dan membuat perekonomian warganya kian meningkat. Penjualannya pun kini tak hanya wilayah Ternate dan sekitarnya saja, melainkan sampai masuk ke pasar di pulau Jawa dan wilayah Indonesia lainnya.
Kerajinan besi putih saat ini sudah menjadi cinderamata khas Maluku Utara. Hasil pendapatannya pun sudah turut memberikan sumbangan terhadap pembangunan di daerahnya. Bayangkan saja, omset pedagangnya setiap hari bisa mendapatkan 300-500 ribu rupiah. Sekalipun sedang sepi, pedagang bisa mendapat minimal 100 ribu sampai 200 ribu rupiah dalam sehari.
FAKTA UNIK
Karena bahan dasarnya yang memang diperuntukkan untuk alat perang, kerajinan besi putih memiliki keistimewaannya tersendiri. Menurut beberapa riset, besi putih merupakan campuran dari beberapa jenis logam dan memiliki permukaan yang lebih berkilau jika dibandingkan dengan perak ataupun monel. Selain itu kelebihan souvenir besi putih lainnya adalah terdapat kandungan unsur logam mulia sebesar 0,8 % yang menjadikannya tidak mudah berkarat. Bahkan besi putih dengan kualitas A akan sangat sulit dibedakan dengan perhiasan dari bahan emas putih.
TEASER
Maraknya jenis perhiasan di era modern, yang mayoritasnya adalah emas. Namun tidak bagi warga Pulau Morotai, yang sudah puluhan tahun membuat kerajinan perhiasan dengan bahan dasar besi putih. Besi tersebut bukanlah unsur perhiasan biasa, melainkan bekas puing-puing yang dimanfaatkan oleh kreatifitas masyarakatnya menjadi sebuah barang dengan nilai estetika tinggi. Bahkan, kualitasnya tidak kalah dengan perhiasan yang berbahan dasar emas.
SUMBER
https://travel.kompas.com/read/2016/10/23/160300827/kerajinan.besi.putih.morotai?page=all
https://idrora.blogspot.com/2012/08/pesona-wisata-dan-kerajinan-besi-putih.html


