PROLOG
Salah satu kekayaan warisan budaya Indonesia ialah ragam kesenian daerah yang mengagumkan, termasuk di dalamnya adalah berbagai alat musik tradisional dengan kekhasan bunyiannya. Sebuah alat musik yang sudah menjadi identitas suatu suku, terdapat pula di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur yang Bernama Sasando, alat musik yang konon telah ditemukan sejak abad 15.
Sasando adalah alat musik tradisional milik masyarakat pulau Rote yang dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari. Alat musik satu ini hampir sama dengan Kecapi atau Harpa, namun memiliki bentuk dan suara yang berbeda. Sasando merupakan hasil kebudayaan masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang sudah dikenal luas hingga mancanegara. Alat musik yang juga megandung filosofi perjuangan ini, memiliki harapan besar agar bisa terus terjaga dan masuk dalam kategori warisan budaya dunia.


TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT
Sasando yang juga dikenal dengan nama Sasandu, lahir dari inspirasi sang penemu kala berkomunikasi dengan alam. Berdasarkan kisah legenda masyarakat pulau Rote, terdapat beberapa versi mengenai sejarah terciptanya alat musik berdawai ini, salah satunya ialah kisah seorang pemuda bernama Sangguana.
Kala itu, Sangguana yang tengah melaut terdampar di sebuah pulau bernama Ndau. Lalu, Ia dibawa oleh penduduk setempat untuk menghadap sang Raja di Istana. Selama tinggal di Istana, bakat seni yang dimiliki Sangguana menarik perhatian banyak orang hingga memikat hati sang Putri Raja. Mengetahui rasa saling cinta yang dimiliki Sangguana dan sang Putri, Raja akhirnya memberikan syarat kepada Sangguana untuk menciptakan alat musik yang belum pernah ada dan berbeda dari alat musik lainnya. Pada suatu malam, Sangguana bermimpi, memainkan alat musik yang berbentuk indah dan memiliki suara merdu. Diilhami melalui mimpi, Sangguana akhirnya menciptakan alat musik yang diberi nama Sandu (bergetar). Akhirnya, Sangguana yang merupakan penduduk asli pulau Rote ini, memberikan Sasando kepada sang Raja dan diperbolehkan menikahi putrinya.
Sasando sendiri berasal dari Bahasa Rote, Sasandu yang berarti bergetar atau berbunyi. Suara khas yang dihasilkan alat musik tradisional ini sangat bervariasi dan unik dengan jumlah senarnya yang banyak. Oleh karena itu, memainkan Sasando tidaklah mudah, karena membutuhkan keahlian dan rasa agar dapat menghasilkan nada yang merdu dan indah. Sasando biasanya dimainkan untuk mengiringi nyanyian syair, tarian tradisional, upacara adat dan hiburan bagi keluarga yang tengah berduka.
Adapun mitos yang menjadi kepercayaan di pulau Rote yakni jika seseorang ingin pandai bermain atau memetik Sasando, maka ia harus menangkap seekor laba-laba lalu menghancurkannya dan mencampurnya dengan minyak kelapa. Kemudian minyak kelapa diolah atau diremas-remas pada jari jemari, hal ini dipercaya dapat membuat seseorang semakin lihai memainkan Sasando.
FAKTA UNIK
Bentuk Sasando yang unik terbuat dari bambu, kayu, senar string dan daun lontar. Daun lontar dipilih sebagai elemen dari Sasando bukan tanpa alasan, Lontar menjadi jenis tanaman yang paling mudah ditemukan di pulau Rote, sehingga banyak dipilih masyarakat sebagai bahan bagi sejumlah produk budayanya.
Alat musik Sasando masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang menciptakan jenis lain yakni Sasando elektronik. Jika biasanya Sasando tradisional dimainkan dengan sederhana tanpa bantuan alat lain, Sasando elektrik dimainkan dengan bantuan amplifier atau akustik yang biasa dipentaskan dalam sebuah panggung besar atau pertunjukan modern. Kemunculan Sasando dalam sebuah orchestra atau pertunjukan solo inilah yang membuat alat musik tradisional khas pulau Rote semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara yang ingin berlatih memainkan Sasando.
TEASER SOSMED :
“Sasando alat musik tradisional khas pulau Rote”
Sasando adalah alat musik tradisional khas pulau Rote yang dimainkan dengan cara dipetik. Sasando yang juga dikenal dengan nama Sasandu, lahir dari inspirasi sang penemu kala berkomunikasi dengan alam. Berdasarkan kisah legenda masyarakat pulau Rote, terdapat beberapa versi mengenai sejarah terciptanya alat musik berdawai ini, salah satunya ialah kisah seorang pemuda bernama Sangguana yang jatuh cinta pada Putri Raja.
REFERENSI
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbbali/sejarah-lahirnya-alat-musik-sasando/


