PROLOG
Setiap wilayah di Nusantara didiami oleh beragam suku yang memiliki adat istiadatnya tersendiri. Diantara karya budaya yang masih lekat dalam kehidupan salah satunya ialah senjata adat atau senjata tradisional. Nusa Tenggara Barat selain terkenal akan keindahan alamnya tapi juga kental dengan budaya dan nilai sejarah, hal tersebut terbukti dengan keberadaan Suku Sasak yang mendiami sebuah wilayah di Pulau Lombok. Salah satu senjata tradisional milik Suku Sasak yang terkenal adalah Tulup.
Tulup adalah senjata yang dulunya digunakan oleh Suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari untuk berburu dan perlindungan diri dari musuh atau ancaman binatang buas. Nenek moyang Suku Sasak tak hanya mengenal Tulup sebagai sebuah senjata, melainkan sebagai benda sakral nan kramat. Nilai luhur yang tertanam pada Tulup, menjadikannya sebagai senjata kebanggan yang hingga kini kerap digunakan sebagai pelengkap dalam pakaian adat.


TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT
Tulup milik Suku Sasak, Lombok ini terbuat dari kayu meranti yang dilubangi dan memiliki peluru mata panah yang terbuat dari potongan-potongan kecil pelepah pohon enau. Tulup digunakan dengan cara ditiup melalui mulut, jangkauan tembaknya bisa mencapai 10 hingga 15 meter.
Tulup yang juga memiliki arti Sumpit, dalam sejarahnya sudah dikenal akrab dalam kebudayaan suku-suku pedalaman di Indonesia, seperti Kalimantan, Sumatera, Papua hingga Nusa Tenggara. Leluhur Suku Sasak menamai senjata ini dengan sebutan Tulup, karena berasal dari kata menulup alias menyumpit. Zaman dulu, senjata ini digunakan untuk berburu babi dan kera yang banyak berkeliaran di hutan-hutan Lombok. Selain digunakan sebagai senjata berburu, Tulup juga dianggap sebagai benda yang sakral. Berburu merupakan mata pencaharian, sedangkan Tulup adalah alat untuk mencari rezeki, oleh karena itu senjata tradisional ini begitu dihargai dan dihormati. Dulunya sebelum menggunakan Tulup, senjata ini diisi dengan doa atau jampi-jampi terlebih dulu, selain untuk memohon kepada yang maha kuasa, doa ini ditujukan agar Tulup dapat menghasilkan banyak binatang buruan. Di zaman sekarang, beberapa kelompok suku yang berdiam di dekat hutan, masih menggunakan Tulup untuk berburu.
FAKTA UNIK
Tulup Suku Sasak memiliki 3 bagian penting yang terdiri dari gagang Tulup, ancar (peluru) dan terontong (tempat menyimpan peluru). Gagang Tulup merupakan tongkat panjang berukuran 160 cm dengan diameter 3cm. Secara fisik bentuk Tulup mirip dengan tombak, bedanya ujung tombak berbentuk lancip sedangkan Tulup berbentuk rata. Pada ujung Tulup juga terdapat mangan (mata tulup) yang berfungsi untuk mengontrol daya lesat ancar agar lurus dan tepat sasaran.
Selanjutnya adalah ancar atau peluru tulup yang memiliki dua unsur, yaitu batang ancar dan mata ancar. Batang ancar berbentuk seperti lidi dan ujung ancar berbentuk lancip. Pada bagian inilah biasanya dioleskan racun dari getah pohon tatar untuk memberikan efek mematikan pada binatang yang terkena bidikan Tulup. Mata ancar yang dicelupkan ke racun biasanya akan diangin-anginkan terlebih dulu agar menghasilkan kualitas racun yang baik. Racun tersebut mampu membunuh binatang kera dalam waktu 15-30 menit dan membunuh babi dalam waktu kurang dari 2 hari.
Bagian terakhir adalah terontong, alat yang terbuat dari bambu dan berfungsi untuk menyimpan ancar. Ancar yang sudah diolesi racun, tidak bisa dipegang atau disentuh sembarangan karena berbahaya juga bagi manusia, oleh karena itu terontong berbahan bambu ini dibuat untuk melindungi pemakai Tulup saat sedang berburu. Terontong memiliki bentuk seperti teko air dengan tutup yang dikaitkan ke badan terontong.
Tulup merupakan senjata tradisional yang ramah lingkungan karena menggunakan bahan dari material alam. Di era sekarang, keberadaan senjata tradisional Tulup semakin langka karena adanya larangan berburu dan cara bertahan hidup yang tidak lagi mengandalkan perburuan. Meski begitu, benda yang mengandung nilai luhur dan simbol kehidupan orang Sasak di masa lampau ini tetap terus terjaga. Tulup dibuat dengan ketrampilan terlatih khas Suku Sasak yang menjadikannya indah, oleh karena itu senjata tradisional ini sering dijadikan buah tangan maupun koleksi.
TEASER SOSMED :
“Tulup senjata mematikan Suku Sasak Lombok”
Tulup adalah senjata yang dulunya digunakan oleh Suku Sasak dalam kehidupan sehari-hari untuk berburu dan perlindungan diri dari musuh atau ancaman binatang buas. Nenek moyang Suku Sasak tak hanya mengenal Tulup sebagai sebuah senjata, melainkan sebagai benda sakral nan kramat.
REFERENSI :
https://www.pinhome.id/blog/senjata-tradisional-ntb/
http://rumahempu.blogspot.com/2010/02/tulup-senjata-tradisional-berburu-suku.html


