PROLOG

Tradisi leluhur sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia yang sudah melebur ke hampir di setiap lini kehidupan, mulai dari adat istiadat hingga permainan tradisi yansg masih bisa kita saksikan sampai hari ini. Seperti yang ada di Dusun Grudo di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Sekilas dusun ini tampak seperti dusun lainnya di pulau jawa, bedanya anda akan merasakan sensasi berbeda saat gelap malam mulai menyelimuti. Karena dari sebuah dusun di selatan Yogyakarta inilah, permainan kesenian tradisional berbalut aura mistis bernama ‘nini thowong’ masih kerap kali dimainkan oleh warganya.
TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT
Permainan tradisi ‘Nini Thowong’ konon sudah ada sejak jaman kerajaan mataram pimpinan Panembahan Senopati, sedangkan di Dusun Grudo, Bantul permainan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pawang Bernama ‘Udi Saputro’. Awalnya permainan ini diciptakan sebagai media hiburan masyarakat setempat setelah melaksanakan panen raya. Hingga di kemudian hari, ‘Nini Thowong’ ternyata juga digunakan oleh masyarakat Dusun Grudo sebagai media pengobatan. Dahulu jika ada warga yang sakit, maka pawang setempat akan memainkan ‘Nini Thowong’ untuk kemudian menanyakan obat dari penyakit warga tersebut.
Pertama-tama boneka ‘Nini Thowong’ akan dibawa ke pemakaman setempat yang disakralkan untuk kemudian dilakukan ritual pemanggilan roh, hingga kemudian boneka yang dipercaya sudah dirasuki roh yang baik akan menuntun para pemainnya ke hutan sekitar desa untuk menunjukkan tanaman apa yang bisa digunakan sebagai obat. Setelah bahan tanaman obat didapat, ‘Nini Thowong’ akan ditanyakan lagi tentang bagaimana cara membuat obatnya.
FAKTA UNIK
‘Nini Thowong’ sendiri berasal dari kata ‘nini’ yang berarti wanita dan ‘ngenthok-enthok uwong’ yang berarti menyerupai manusia. Pada awalnya tubuh ‘Nini Thowong’ terbuat dari bambu dan Jerami, sedangkan bagian kepala terbuat dari tempurung kelapa berhias dedaunan dan beberapa jenis bunga.
Boneka ‘Nini Thowong’ diberikan pakaian lengkap sedemikian rupa menyerupai sosok seorang Wanita. Hal lain yang menarik adalah, konon dedaunan dan bunga yang akan dipakai sebagai hiasan kepala tidak boleh sembarangan dan hanya boleh berasal dari pemakaman setempat yang dikeramatkan.
Boneka ‘Nini Thowong’ dimainkan oleh 4 orang yang memegang bagian bawah boneka, seiring dengan mulainya alunan gamelan, boneka ‘Nini Thowong’ akan mulai bergerak menari.
Satu hal yang sangat disayangkan adalah saat ini hanya tersisa satu orang pawang ‘Nini Thowong’ yang tersisa dan belum ada lagi yang bisa meneruskan posisinya, yang mana hal ini juga berarti kesenian nini thowong terancam punah.
REFERENSI
- https://kumparan.com/tugujogja/nini-thowong-permainan-boneka-yang-penuh-mistis-1svTVFaXmTa/full
- https://jogja.tribunnews.com/2014/10/30/nini-thowong-mistis-yang-sarat-seni
- LIPUTAN ON THE SPOT ‘WAWANCARA LANGSUNG PEWARIS TRADISI NINI THOWONG’


