PROLOG
Selain memiliki nilai estetika dan budaya, kerajinan tangan biasanya memiliki fungsi yang berguna bagi keseharian masyarakat di suatu wilayah. Seperti tas keranjang Saloi yang terbuat dari bahan unik dan sudah secara turun temurun pembuatannya dilakukan secara tradisional oleh masyarakat, terutama di provinsi Maluku Utara.


TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT
Menurut sejarah, Saloi sudah secara turun temurun dibuat oleh masyarakat di desa-desa provinsi Maluku Utara. Mayoritas penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani, membuat keberadaan Saloi ini sangat berguna untuk membawa beragam hasil kebun atau panen pertanian berupa palawija, cengkeh, pala, kenari dan tanaman rempah lainnya. Selain itu, Saloi bisa juga berfungsi sebagai wadah untuk membawa kayu bakar, pakaian hingga hasil laut.
Dari fungsinya, Saloi sendiri bisa dibilang mirip dengan ransel, hanya saja berbentuk keranjang bulat lonjong dengan tinggi sekitar 50-60 cm, diameter bagian alas sekitar 10 cm dan diameter bagian mulutnya sekitar 50 cm. Pembuatan Saloi diawali dengan memilih bahan dasarnya yang berasal dari batang pohon rotan tua dan memiliki kualitas yang baik. Kemudian batang rotan yang telah dipilih, dijemur pada sinar matahari hingga berubah warna menjadi coklat muda. Selanjutnya, belah batang rotan dengan ukuran sekitar 0,5 cm dan dianyam dari bagian alas Saloi dengan teknik memutar hingga ke bagian atas sampai berbentuk sebuah keranjang. Pada bagian leher Saloi terdapat tali yang berfungsi untuk menahan beban apabila digantung pada bagian belakang badan (punggung dan bahu). Proses pembuatan 1 buah Saloi memakan waktu 2-3 hari. Saloi biasanya digunakan oleh ibu-ibu dan para anak gadis .
Uniknya, karena rata-rata Saloi ini dibuat sendiri, maka ukurannya pun disesuaikan tergantung penggunanya. Termasuk bagian dari budaya yang dilestarikan masyarakat secara turun temurun, mereka memiliki kepercayaan bahwa Saloi adalah sebuah simbol yang menyatukan masyarakat di tengah keberagaman.
FAKTA UNIK
Saloi yang unik ini rata-rata dibuat sendiri oleh masyarakat, dengan menyesuaikan ukurannya pada siapa yang akan menggunakan. Misal Saloi untuk anak-anak biasanya dibuat dengan ukuran yang lebih kecil.
Jika dilihat dari fungsinya, banyak orang mengira bahwa Saloi diperuntukkan bagi para lelaki. Apalagi mengingat beban yang biasa diangkut dan masuk ke dalam Saloi bisa mencapai 50 Kg. Tapi nyatanya, tas keranjang ini digunakan kebanyakan oleh kaum wanita dalam aktivitas kesehariannya. Bahkan salah satunya jika berkunjung ke Desa Maffa, Halmahera Selatan, akan banyak ditemui wanita menggunakan Saloi di sekitar jalanan desanya.
Berbeda dengan masyarakat di Halmahera Barat, disana terdapat sebuah monumen berbentuk patung Saloi sebagai ikon dan bentuk penghormatan kepada perempuan yang sudah bersusah payah menggunakan Saloi sebagai alat pendukung untuk mengangkut hasil bumi dan beraktifitas.
TEASER
Masyarakat Maluku Utara memiliki sebuah tas keranjang tradisional bernama Saloi. Selain fungsinya sebagai wadah untuk membawa hasil bumi, masyarakat setempat mempercayai bahwa Saloi adalah simbol penghormatan terhadap wanita.
SUMBER :
https://travel.detik.com/cerita-perjalanan/d-5401330/saloi-keranjang-ransel-yang-unik-dari-maluku
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/09/23/saloi-ransel-unik-multifungsi-dari-negeri-maluku
https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku/peralatan-tradisional-saloi/


