PESONA MAGIS “SAPE’” ALAT MUSIK KHAS DAYAK

PROLOG 

Kehidupan masyarakat Dayak memang tak terlepas dari keharmonisan bersama alam, sesama dan Tuhan. Elemen kehidupan yang membawa mereka kepada kesejahteraan, kedamaian dan solidaritas persaudaraan. Tak hanya itu, alam juga kerap memberikan inspirasi dan petunjuk dalam berbagai perkembangan kebudayaannya, salah satunya ialah Sape’. 

Sape’ adalah alat musik khas suku Dayak, dalam kesehariannya Sape’ memiliki arti memetik dengan jari. Indahnya dentingan melodi tak hanya terdengar melalui alat musik Gitar, karena jika dimainkan alunan Sape’ memiliki nada yang khas dan mampu menyentuh hati siapapun yang mendengarnya.

Sape’ tak hanya menjadi sebuah warisan budaya, melainkan juga sebagai perwujudan khas suku Dayak dan menjadi benda yang lekat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Biasanya, masyarakat Dayak menggunakan alat musik Sape’ sebagai bagian dari setiap ritual atau upacara sebagai media pemersatu. Warisan budaya leluhur memang kerap dikaitkan dengan daya magis yang akhirnya menciptakan sebuah kepercayaan, tak terkecuali dengan alat musik Sape’ yang kabarnya tak bisa dimainkan oleh sembarang orang.

TRADISI DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT SETEMPAT

secara umum Dayak Kayaan dan Dayak Kenyah seringkali disebut-sebut sebagai kelompok masyarakat pemilik awal dari jenis alat musik tradisional ini. Konon, menurut mitologi Dayak Kayaan, Sape’ Kenyah diciptakan oleh seseorang yang terdampar di karangan (pulau kecil di tengah sungai). Saat itu sampan yang dinaiki beberapa orang karam diterjang ombak, satu dari mereka berhasil menyelamaatkan diri ke karangan, sementara sisanya meninggal karena tenggelam terbawa arus. Ketika tertidur, ia yang selamat mendengar suara alunan musik petik yang begitu indah dari dasar sungai. Semakin lama ia mendengar suara tersebut, semakin ia merasa dirinya dekat dengan alunan indah itu.

Hal yang ia alami, akhirnya dirasakan sebagai sebuah pesan atau ilham dari sang leluhur nenek moyangnya. Sekembalinya ke rumah, ia mencoba membuat sebuah alat musik dan memainkannya sesuai dengan nada yang didengarnya saat terdampar di karangan. Mulai saat itu Sape’ Kenyah mulai dimainkan dan dijadikan musik tradisi oleh suku Dayak Kenyah. 

Melihat tradisi masyarakat Dayak, khususnya Dayak Kayaan dan Dayak Kenyah. Terdapat sastra lisan yang diturunkan dari generasi ke generasi, yakni “Tekuak Lawe”. Didalamnya terdapat ungkapan kiasan mengenai Sape’ yang berisi “Sape’ benutah tulaang to’awah” yang secara harfiah diartikan bahwa Sape’ itu mampu meremukan tulang belulang hantu yang bergentayangan. Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa alat musik Sape’ mampu membuat orang yang mendengarnya merinding hingga menyentuh tulang atau perasaan.

 

FAKTA UNIK

Hingga kini, kepercayaan akan Sape’ masih diyakini oleh para sesepuh masyarakat Dayak. Saat Sape’ dimainkan dalam satu upacara adat, petikan Sape’ mampu menghipnotis siapapun yang mendengarnya. Alunan Sape’ yang indah, biasanya mengikuti suasana alam disekitarnya atau perasaan sang pemetik Sape’. Lalu akan terdengar sayup-sayup lantunan doa atau mantra yang dibacakan bersama, dalam suasana inilah tak jarang diantara mereka dirasuki roh leluhur.

Orang yang memainkan Sape’ juga dikatakan tidak boleh sembarang orang, hanya orang yang dianggap mampu dan cukup umur yang boleh memainkan alat musik ini. Jika orang yang tidak memenuhi persyaratan atau tak pantas memainkan Sape’ memaksakan diri untuk memainkannya, maka dipercaya akan mendapat petaka. Mitologi tentang alat musik Sape’ mungkin bisa berbeda di setiap daerah. Namun, pada intinya Sape’ memiliki makna yang sama yakni didapatkan melalui komunikasi dengan alam.

Dahulu, waktu memainkan alat musik Sape’ memiliki maknanya tersendiri. Jika dimainkan pada siang hari, menghasilkan irama yang menyatakan perasaan gembira dan suka ria. Sedangkan pada malam hari, biasanya akan menghasilkan irama yang bernada sendu, syahdu atau sedih. Kesakralan dan daya magis Sape’ menjadi suatu kepercayaan yang mengiringi kehidupan masyarakat Dayak. Tak hanya pada upacara, konon alat musik ini juga dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga Sape’ kerap dimainkan mengiringi proses pengobatan seseorang yang terserang penyakit. 



REFERENSI :

https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragaman-hayati/496/dentingan-Sape’-meremukkan-tulang-belulang 

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/09/13/pesona-Sape’-alat-musik-khas-dayak 

https://borneo24.com/hiburan/warisan-budaya-alat-musik-Sape’-yang-mulai-terlupakan-asal-kalbar 

https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=921

Share the Post:

Related Posts